BidVertiser

14 Maret 2012

Liga Champions: Gol Brandao antarkan Marseille lolos ke 8 besar


Kemenangan 2-1 Inter Milan atas Marseille pada leg ke-2 babak 16 besar Liga Champions tak mampu meloloskan tim Italia ini untuk melenggang ke fase selanjutnya. Secara keseluruhan,kedua tim imbang agregat 2-2, karena pada pertemuan pertama Marseile menang 1-0, tapi karena klub Perancis ini mempunyai gol tandang yang lebih baik, mereka lah yang lolos.Pemain pengganti
Brandao mencetak gol pada menit 92, untuk mengantarkan Marseille menuju babak perempatfinal pertama kali setelah juara tahun 1993.

            Laga sepertinya akan dilanjutkan babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit, ketika Diego Milito menyamakan skor agregat menjadi 1-1, 15 menit menjelang bubar.  Tetapi, dua kejadian dramatis di injury time membuat waktu ekstra ditiadakan. Brandão mencetak gol tandang yang penting, sementara Gol Penalti Pazzini atas insiden kartu merah penjaga gawang Madanda tak mampu membuat Inter lolos.

        Marseille dengan formasi 4-2-3-1 memiliki kesempatan pertama yang bagus melalui umpan Loïc Rémy, Stéphane Mbia menembak, sayangnya tendangannya masih melayang di atas mistar Julio Caesar. Menit kedelapan menit kecerobohan umpan Alou Diarra ,dimanfaatkan  Javier Zanetti untuk melepaskan operan ke Wesley Sniejder, bola ditembak membentur Souleymane Diawara namun untungnya, Mandanda berhasil menangkap. Inter mendapat peluang lagi berawal dari operan Sneijder ke Dejan Stankovic kemudian crosssing  ke Milito dicoba kontrol dada. Mandanda membuat refleks yang luar biasa untuk menghadang Milito.

          Sebuah gol tim tandang hampir terjadi ketika umpan silang Cesar Azpilicueta disambut  Jérémy Morel namun tendangannya masih menyamping. Penyelamatan Madanda dari tendangan bebas menit ke-44 oleh Sneijder dan sundulan Diego Forlán yang gagal  menutup babak  tengah waktu. Wakil Seri A terus berjuang untuk menemukan ketajaman di lini depan.

            Setiap kali Inter menyerang perhanan Marseille yang dipimpin Diawara performa masih cukup tangguh. Claudio Ranieri bereaksi dengan memasukan Joel Obi dan Pazzini mengganti Sneijder dan Forlán dan untuk membuat formasi  4-4-2 ortodoks. Walaupun ada tenaga pengganti tetapi bola mati justru tetap diandalkan Inter.
            Ini terbukti, tak lama gol tercipta setelah kemelut tendangan sudut, Milito mencetak gol setidaknya untuk memaksakan agregat 1-1 agar pertandingan dilanjutkan waktu ekstra. Namun kedudukan berubah setelah gol Brandao memaksakan Inter harus mencetak 2 gol lagi agar lolos.
            Pazzini mencetak gol penalti menit terakhir, kedudukan berakhir 2-1 untuk Inter. Marseille lolos dengan keuntungan gol tandang namun mereka sangat akan kehilangan Mandanda dan Diawara pada perempatfinal pertama nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar