BidVertiser

1 Mei 2014

Fakta di balik Juventus v Benfica


Juventus bertemu Benfica keenam kalinya di semifinal Liga Europa. Mereka hanya butuh 1 gol saja tanpa kebobolan untuk lolos ke final yang akan dihelat di kandang mereka Juventus Stadium. Benfica tentu tidak akan menyerah begitu saja sebab mereka mengincar hasil lebih baik daripada posisi runner-up musim lalu.
Gol telat Lima membawa Benfica menang 2-1 di Lisbon; sundulan Ezequiel Garay pada awal babak membuat juara Portugal ini unggul dahulu, namun Carlos Tévez menyamakan skor lewat golnya, pertama kali di Eropa setelah 5 tahun.
Benfica menang 2-1atas Braga di kandang pada leg pertama semifinal 2010/11, namun gagal ke final usai kalah 1-0 di leg kedua. Kemenangan 2-1 di kandang juga belum cukup bagi tetangganya Sporting Lisbon musim setelahnya karena mereka kalah 3-1 dari Athletic Bilbao di semifinal leg kedua. 

Laga sebelumnya
Ini adalah partai kandang-away ketiga kedua tim di kompetisi Eropa; Benfica asuhan Otto Glória meraih 2 kemenangan atas Juventus yang dilatih Heriberto Herrera di semifinal Liga Champions 1967/68; menang 2-0 di Lisabon dan 1-0 di Turin.
Lineup kedua tim pada partai pertama di Turin pada 15 Mei 1968:
Juventus: Anzolin, Bercellino, Coramini, Salvadore, Del Sol, Leoncini, Roveta, Sacco, De Paoli, Magnusson, Zigoni.
Benfica: José Henrique, Adolfo Calisto, Fernando Cruz, Humberto Fernandes, Jacinto Santos, José Augusto, Mário Coluna, Jaime Graça, Eusébio, António Simões, José Torres.
Juve era pelatih Giovanni Trapattoni berhasil membalas kekalahan 1-2 di leg pertama untuk menumbangkan Benfica yang diarsiteki António Oliveira di perempatfinal Piala UEFA 1992/93, musim yang berakhir dengan trofi untuk Bianconeri. Juve menang agregat 4-2 usai memukul the Eagles 3-0 di leg kedua di Turin.
Skuat di Turin pada 17 Maret 1993:
Juventus: Peruzzi, Carrera, Torricelli, D Baggio, Kohler, Júlio César, Möller (Ravanelli 65), Conte, Vialli, R Baggio (Galia 55), Marocchi.
Benfica: Silvino (Neno 2), António Veloso, Hélder, Carlos Mozer, Paulo Madeira (Rui Águas 45), Paulo Sousa, Vítor Paneira, Schwarz, João Pinto, Yuran, Rui Costa.
Pelatih  Juventus sekarang Antonio Conte bermain di kedua laga kandang-away. Paulo Sousa kemudian bermain untuk Juve  (1994-1996), meraih masing-masing satu trofi scudetto, Piala Italia dan Liga Champions 1995/96.
Pelatih Juventus saat itu, Trapattoni kemudian memegang Benfica pada 2004/05, untuk mengantarkan klub juara liga dan runnerup Piala Portugal.
Dalam lawatan ke Turin sebelumnya, Benfica bermain di Stadio Olimpico (1967/68) dan Stadio delle Alpi (1992/93). Juventus Stadium, yang dibangun di lokasi Delle Alpi, akan menjadi venue Turin ketiga dimana mereka berlaga. 

Statistik
10 pertemuan Juventus melawan wakil Portugis berakhir dengan M5 S1 K4 (M3 K0 L1 di kandang), termasuk final Piala Winners 1983, kala mereka memukul Porto 2-1 di tempat netral, Basel. Semua kekalahan terjadi saat melawan Benfica.
Benfica yang mengenggam gelar Liga Portugal pada 20 April, telah bertemu klub Italia 28 kali dengan catatan menang 9, seri 4, dan kalah 15 (di Italia M3 S0 K10, termasuk final Piala Champions 1965, saat mereka kalah dari Inter Milan di Milan). Statistik ini termasuk  kalah di tempat netral: 2-1 melawan AC Milan (final Piala Champions 1963 di London) dan kalah 1-0 dari AC Milan (final Piala Champions 1990 di Wina).
Benfica (menang 6 seri 1) satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Europa musim ini. 
Juventus tidak terkalahkan dalam 6 laga kandang terakhir Eropa musim ini (M3 S3), namun hanya sekali cleansheet. Kekalahan di Lisabon adalah yang pertama bagi Juve musim ini dan yang kedua dalam 17 partai Liga Europa terakhir, sebelumnya mereka kalah 4-1 dari Fulham di babak 16 besar musim 2009/10.
Benfica menang 4 laga tandang terakhir di Eropa. Di Liga Europa, mereka memegang rekor menang terbanyak (25), gol terbanyak (68) dan penampilan fase gugur terbanyak (30).

Fakta tim
Leonardo Bonucci akan tepat berusia 27 tahun di laga nanti.
Tévez akan membuat penampilan ke50 di kompetisi Eropa bila bermain.  Miralem Sulejmani telah membuat torehan yang sama di leg pertama.
Striker Benfica Óscar Cardozo adalah pemain pencetak gol terbanyak di Liga Europa yang masih bermain (34 dari 75 laga).
Andrea Pirlo adalah penampil terbanyak di kompetisi Eropa dari semua pemain klub semifinalis (128).
Juventus, satu-satunya juara domestik 2012/13 yang masih bertahan di kompetisi ini.
Kiper Benfica asal Brazil Artur merumput di Italia dari 2007 hingga 2010. Dia membela  Siena pada 2007/08 bersama gelandang Juventus Paolo de Ceglie, meski dipinjamkan dan bermain di Serie B bersama Cesena. Lalu, 2008 sampai 2010, ia bermain bersama penyerang Juve asal Montenegro Mirko Vučinić di AS Roma, meskipun dia juga bukan pilihan utama.
Satu-satunya pemain Juventus bermain di Portugal adalah kiper cadangan Rubinho, menjadi kiper utama di  Vitória FC in the latter part of 2005/06, playing in a 1-0 loss at Benfica.
Ini adalah semifinal pertama Juventus sejak mereka mencapai final Liga Champions 2002/03, dimana mereka kalah adu penalti dari AC Milan. Sebelumnya, mereka belum pernah mencapai semifinal kompetisi ini sejak 1995, saat mereka dipukul Parma di partai final.
Juventus (1977, 1990, 1993) adalah satu dari 3 klub semifinalis yang pernah juara Piala UEFA/ Liga Europa, bersama Sevilla (2006, 2007) dan Valencia (2004). Mereka juga satu dari 3 klub yang menjuarai kompetisi ini 3 kali, bersama Inter (1990/91, 1993/94, 1997/98) dan Liverpool (1972/73, 1975/76, 2000/01).
Benfica satu-satunya semifinalis yang belum pernah meraih trofi Piala UEFA atau Liga Europa. Mereka kalah dua kali di final, melawan Anderlecht pada 1982/83,dan Chelsea musim lalu.
Pencapaian the Eagles di Liga Europa dari tahun-tahun menanjak. Benfica mencapai perempatfinal 2009/10, semifinal 2010/11 dan final 2012/13 setelah satu musim absen.
Antonio Conte telah mempersembahkan scudetto bagi Juventus dua musim beruntun sejak menangani pada 2011. Sebagai pemain, ia membela Juve dari 1991 hingga 2004, meraih lima gelar Serie A, Piala UEFA 1992/93 dan Liga Champions 1995/96.
Conte satu-satunya pelatih semifinalis kompetisi musim ini yang memenangkan Piala UEFA sebagai pemain, bersama Juventus pada 1992/93.
Pelatih Benfica Jorge Jesus mengikuti jejak ayahnya Jesus Virgolino, bergabung dengan Sporting Clube de Portugal. Ia sering gonta-ganti klub sebelum melatih. Ia pernah menukangi sejumlah klub Portugal sebelum bergabung Benfica Juni 2009 pasca membawa Braga lolos babk 16 besar Piala UEFA 2008/09. Ia mengantarkan the Eagles juara Liga Portugal di musim pertamanya.

Rekor adu penalti Juventus menang 4 dan kalah 2:
2-3 (neutral) v AC Milan, final Liga Champions 2002/03
4-2 (netral) v AFC Ajax, final Liga Champions 1995/96
3-1 (kandang) v Real Madrid CF, babak II Piala Champions 1986/87
4-2 (netral) v AA Argentinos Juniors, final Piala Eropa/ Amerika Selatan 1985
1-4 (kandang) v Widzew Łódź, babak II Piala UEFA 1980/81
3-0 (kandang) v AFC Ajax, perempatfinal Piala Champions 1977/78
Rekor adu penalti Benfica di Eropa adalah menang 1 kalah 1:
4-1 (kandang) v PAOK, babak II Piala UEFA 1999/2000
5-6 (netral) v PSV Eindhoven, final Piala Champions 1987/88

Sumber: uefa.com

28 April 2014

PREVIEW: CHELSEA vs ATLETICO MADRID



Fakta: Chelsea v Atlético

Chelsea
Berusia 41 tahun 198 hari, Mark Schwarzer menjadi pemain tertua di laga fase knockout , serta tertua kedua di Liga Champions secara keseluruhan. Kiper Lazio, Marco Ballotta, memegang rekor tertua 43 tahun 253 hari.
Frank Lampard dan John Obi Mikel absen setelah menerima kartu kuning di Madrid, sementara David Luiz dan Willian mengantongi satu kartu kuning. Branislav Ivanović dapat bermain usai menjalani larangan bertanding.
Rekor 77 laga kandang unbeaten José Mourinho di Liga Primer, berakhir dengan kekalahan 2-1 dari Sunderland (19/4).
The Blues menjaga 9 cleansheet beruntun di Stamford Bridge dan tidak kebobolan di kandang selama 840 menit, sejak 19 Januari, sebelum Connor Wickham menyamakan skor Sunderland.
Chelsea membantai tamunya Arsenal 6-0 (6/3), kemenangan terbesar Mourinho.
12 gol Samuel Eto'o di semua ajang musim ini dicetak di kandang. 
Chelsea kebobolan 26 gol di Liga Primer musim ini, 11 lebih banyak dari kampanye pertama Mourinho di Stamford Bridge pada 2004/05.*
Petr Čech absen sampai akhir musim usai terkena dislokasi bahu kanan di Atlético, sementara John Terry mungkin tidak tampil di leg kedua dan semua partai Liga yang tersisa sebab cedera pergelangan kaki pada laga yang sama.
Eto'o tidak dibawa Spanyol di leg pertama akibat cedera lutut. Eden Hazard telah menepi sejak bermain 17 menit di leg kedua perempatfinal kontra Paris Saint-Germain karena cedera betis. Marco van Ginkel, yang menderita cedera ligamen lutut pada akhir September, manjadi pemain cadangan di Madrid.

Atlético
Atlético satu-satunya tim yang tak terkalahkan sejauh ini dan memiliki pertahanan terbaik, kebobolan 5 gol dari 11 laga.
Atlético adalah klub ke-27 yang tampil di semifinal Liga Champions dan ketujuh dari Spanyol.
Gabi terkena skorsing pada leg kedua nanti karena akumulasi kartu kuning. Emiliano Insúa, Koke dan Juanfran absen di final jika Atletico lolos dan mereka terkena kartu lagi.
Pemuncak sementara Liga Spanyol, Atlético selalu menang di 8 laga terakhir di La Liga dan 13 laga terakhir tak terkalahkan di semua kompetisi.

Rekor kandang The Rojiblancos di semua ajang msuim ini M23 S5 K1. Real Madrid menjadi satu-satunya tim yang pernah mengalahkannya di leg kedua Copa del Rey (11/2).
Chelsea aim to build on Atlético stalemate
Chelsea kalah empat kali dari 6 laga semifinal Liga Chamions sebelumnya. Hasil seri 0-0 di Spanyol merupakan modal bagus untuk mengalahkan Atlético de Madrid di London.
Juara bertahan Liga Eropa dua edisi terakhir akan bentrok di Stamford Bridge mengincar satu tempat di final. Ini adalah penampilan kelima beruntun José Mourinho di semifinal. Timnya sedikit diunggulkan usai hasil tanpa gol di leg pertama.

Laga sebelumnya
Kedua kubu bertemu pada final Piala Super Eropa 2012 di Monaco, kala trigol Radamel Falcao di babak pertama  memberikan keunggulan 4-1 bagi Atletico untuk merengkuh trofi keduanya dalam 3 tahun.  Sementara, gol hiburan Chelsea dicetak oleh Gary Cahill usai Miranda membuat skor 4-0 dalam waktu sejam.
Lineup keduanya di Stade Louis II, 31 Agustus 2012 :
Atlético: Courtois, Juanfran, Godín, Miranda, Filipe Luís, Mario Suárez, Gabi, Koke (García 81), Adrián López (Rodríguez 56), Arda Turan, Falcao (Emre Belözoğlu 87).
Chelsea: Čech, Ivanović, David Luiz, Cahill, Cole (Bertrand 69), Ramires (Oscar 46), Lampard, Mikel, Mata (Sturridge 81), Hazard, Torres.
Sebelumnya, kedua tim hanya berhadapan 2 kali pada penyisihan grup Liga Champions 2009/10. Chelsea mengkoleksi 4 poin dari Atletico untuk memuncaki Grup D. Atlético duduk di posisi ketiga dan transfer ke edisi perdana Liga Europa, yang akhirnya menjadi juara. 
Duel di Spanyol, satu-satunya kunjungan Chelsea ke Madrid pada laga resmi, berakhir 2-2, mengamankan tempat Si Biru menuju fase gugur dan mengakhiri asa Atletico untuk lolos. Pemain pengganti Sergio Agüero (66, 90+1)  dan Didier Drogba (82, 88) sama-sama mencetak 2 gol.  
Skuat di Estadio Vicente Calderón pada 3 November 2009 :
Atlético: Asenjo, Perea, Pablo Ibáñez, Juanito, López, Reyes (Rodríguez 73), Cléber, Paulo Assunção, Simão (Jurado 83), Sinama Pongolle (Agüero 53), Forlán.
Chelsea: Čech, Belletti, Alex, Terry, A Cole, Essien (Ballack 59), Lampard, Malouda, J Cole (Deco 70), Drogba, Kalou (Anelka 70).
Chelsea, yang diasuh Carlo Ancelotti, menang 4-0 di Stamford Bridge. Saat itu, skor dicetak oleh Salomon Kalou (41, 52),  Frank Lampard (69) dan gol bunuh diri Luis Perea (90+1). Kekalahan ini mendepak pelatih  Atlético Abel Resino digantikan oleh  Quique Sánchez Flores.
Lineup pada 21 October 2009:
Chelsea: Čech, Belletti, Ivanović, Terry, A Cole (Malouda 75), Ballack, Essien, Lampard, Kalou (Zhirkov 73), Deco, Anelka (Sturridge 78).
Atlético: Asenjo, Ujfaluši, Perea, Domínguez, López, Cléber (Rodríguez 65), Raúl García, Paulo Assunção (Jurado 54), Forlán, Simão (Reyes 77), Agüero.

PREVIEW : BAYERN MUENCHEN vs REAL MADRID



Fakta: Bayern vs Real Madrid

Bayern
Sepuluh kemenangan beruntun Bayern di UEFA Champions League, melewati rekor sebelumnya 9 kemenangan FC Barcelona pada 2002/03, berakhir ketika kalah dari Manchester City  pada matchday 6.
Mario Mandžukić sudah mengantongi satu kartu kuning.
Tim arahan Josep Guardiola hanya menang 3 kali dari 8 laga di semua ajang pasca meraih gelar Bundesliga tercepat dengan menyisakan tujuh partai lagi, lebih baik satu laga daripada musim lalu.
53 laga tak terkalahkan Bayern secara beruntun sejak Oktober 2012, terhenti saat kalah 1-0 dari Augsburg pada 5 April 2014, masih jauh dari rekor sebelumnya sebanyak 65 partai liga  dan 60 di semua ajang.
Kekalahan 3-0 dari Borussia Dortmund (12/4), lawan di final Piala Jerman pada pertengahan Mei nanti, adalah yang terburuk di kandang Muenchen sejak September 2008.
14 April 2014, Bayern mengumumkan gelandang Eintracht Frankfurt Sebastian Rode (23 tahun) akan bergabung musim panas nanti dengan durasi kontrak 4 tahun.
Thiago Alcántara (cedera lutut sejak 29 Maret) dan Xherdan Shaqiri (cedera paha sejak 5 April) menepi, sementara Diego Contento tidak tampil sejak cedera di leg pertama perempatfinal. 

Real Madrid
Asier Illarramendi, Sergio Ramos dan Xabi Alonso telah mengantongi satu kartu kuning.
Madrid merupakan top skor turnamen dengan 33 gol. The Catalan memegang rekor 45 gol (16 laga) pada 1999/2000.
Di babak penyisihan grup, Madrid menyamai torehan 20 gol,yang dipegng Manchester United FC (1998/99) dan Barcelona (2011/12).
Rekor 14 gol semusim Messi pada 2011/12 disamai oleh Cristiano Ronaldo musim ini, 64 gol keseluruhan di Liga Champions.
Ronaldo mencetak 9 gol di babak grup, memecahkan rekor 8 gol Ruud van Nistelrooy (2004/05), Filippo Inzaghi dan Hernán Crespo (keduanya 2002/03), dan menyamai Zlatan Ibrahimović (2013/14). Ronaldo membukukan 33 gol dari 27 laga terakhir di kompetisi ini.
Iker Casillas, yang belum tampil di La Liga pada 2013/14, telah menyamai rekor kemenangan Raúl González di Madrid. Kemenangan 1-0 kontra Bayern di leg pertama adalah kemenangan ke-427 dalam 14,5 tahun sebagai pemain first-team.

Gol solo run Gareth Bale membawa Madrid menang 2-1 atas Barcelona di final Copa del Rey 16 April lalu, 19 kali trofi sudah diraih the Merengues.
Sejak menderita 2 kekalahan beruntun di akhir Maret, tim asuhan Carlo Ancelotti telah mencetak 13 gol tanpa kebobolan dalam 3 laga terakhir di La Liga. Madrid sebelumnya tak terkalahkan dalam 31 laga di semua kompetisi.
Pepe diganti di babak kedua saat melawan Bayern karena cedera hamstring. Ronaldo, yang telah mencetak 54 gol dari 45 laga klub dan negaranya, termasuk 5 hattrick, bermain selama 73  menit, ini adalah penampilan pertama sejak absen 2 April lalu.
Jesé Rodríguez, Álvaro Arbeloa dan Sami Khedira menepi karena cedera sementara Marcelo yang terkena hamstring yang menjadi pemain cadangan di leg pertama.
Sejarah lebih memihak Bayern
Bayern München bertekad untuk memperpanjang rekor kandang yang mengesankan melawan Real Madrid yang punya catatan buruk di Jerman. München yang menjamu Real Madrid di leg kedua semifinal  UEFA Champions League mengincar kemenangan selisih dua gol untuk lolos ke final.
Madrid, yang gagal di tiga semifinal musim terakhir, memiliki keunggulan 1-0 berkat gol  Karim Benzema menit ke-19 di leg pertama. Mereka ingin membalas kekalahan mereka dari Bayern di babak yang sama pada 2011/12. Josep Guardiola, kini pelatih Bayern, pernah unggul dari the Merengues saat memimpin Barcelona di semifinal musim 2011/12.
Madrid menargetkan gelar kesepuluh setelah terakhir mengangkat trofi 12 tahun lalu, sementara, Bayern, juara 5 kali, ingin menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar setelah  Milan (1989 dan 1990) yang diperkuat Carlo Ancelotti, pelatih Madrid sekarang. Bayern akan menjadi tim pertama setelah Juventus (1996-98) yang mencapai 3 final beruntun jika dapat melewati Madrid.
Rekor kandang Bayern melawan Madrid adalah menang 8, seri 1 tanpa kalah. Mereka menang 11 kali atas Madrid dari 21 pertemuan.
Kedua pihak pernah bertarung dalam 5 laga semifinal Liga Champions dengan catatan Bayern unggul pada 1976, 1987, 2001, 2012; Madrid sendiri hanya menang sekali pada 2000.
Semifinal 2 tahun lalu, kedua tim imbang agregat 3-3, lalu Bayern yang diarsiteki Jupp Heynckes menang dalam adu penalti. Pada leg 1, Mario Gomez mencetak gol kemenangan pada menit 90 usai Mesut Özil (53) membalas gol pembuka Franck Ribéry (17). Di Madrid, tuan rumah tancap gas dengan 2 gol Ronaldo pada 14 menit awal namun penalti Arjen Robben (27) menyamakan skor agregat. Bayern unggul 3-1 dalam adu penalti.
Dalam adu penalti itu Bastian Schweinsteiger mencetak gol kemenangan usai David Alaba dan Gomez sukses menjaringkan bola sementara Toni Kroos and Phillip Lahm gagal. Bagi Madrid, Xabi Alonso adalah satu-satunya pengambil penalti yang berhasil, sementara Ronaldo, Ramos, dan Kaka, gagal. 
Total mereka bertemu dalam 9 kali laga home-away, dengan 5 kemenangan untuk Bayern dan 4 untuk Madrid. Klub Spanyol ini pernah mengungguli Bayern pada babak 16 besar 2003/04 kala gol satu-satunya  oleh Zinédine Zidane – kini asisten pelatih Carlo Ancelotti– mengunci skor 1-0 pada leg kedua di Santiago Bernabéu membuat skor akhir agregat 2-1.
Madrid pernah mengatasi Bayern dalam rute meraih 2 trofi terakhir, menang dengan skor agregat yang sama 3-2 di semifinal 2000 dan perempatfinal.

Statistik
Rekor kandang Bayern melawan klub Spanyol menang 15, seri 5, dan hanya sekali kalah, ini termasuk kemenangan 4-0 atas Barca di semifinal musim lalu. Satu-satunya kekalahan adalah tumbang 3-2 dari Deportivo La Coruña pada 2002/03.
Bayern telah memenangkan 20 dari 24 laga kandang terakhir di Liga Champions
Ini adalah laga tandang ketiga beruntun di Jerman setelah menang 6-1 atas Schalke 04 di babak 16 besar dan kalah 2-0 dari Borussia Dortmund di perempatfinal. Kemenangan tandang atas Schalke merupakan yang kedua kalinya melawan klub Bundesliga, rekor di Jerman main 27, menang 2, seri 6, dan  kalah 19.
Madrid telah 5 kali kalah dari 23 laga tandang terakhir di Eropa, empat kekalahan terjadi di Jerman.
Rekor Bayern melawan tim Spanyol  pada babak gugur adalah M9 K6, sementara rekor Madrid melawan klub Jerman adalah M13 dan K8
Bayern berhasil lolos 9 kali meski kalah di leg pertama, total mereka kalah dahulu 10 kali, termasuk 7 kali di 9 musim terakhir.  Satu-satunya kegagalan lolos adalah saat kalah gol tandang melawan AC Milan pada semifinal 1989/90, meski menang 2-1 di Munich.
Bayern unggul lima dari enam babak gugur setelah kalah 1-0 dahulu saat tandang, terakhir menang 7-0 atas Basel pada babak 16 besar musim 2011/12 di Munich, kemenangan terbesar di babak gugur Liga  Champions.
Madrid lolos 43 kali dari 53 kemenangan di leg pertama kandang, termasuk saat melawan Borussia Dortmund di perempatfinal musim ini. Ketika unggul dahulu 1-0 di Santiago Bernabéu, mereka menang 4 kali dari 6 partai home-away, kedua kekalahan di Liga  Champions terjadi saat melawan Juventus pada babak 16 besar musim 2004/05 dan perempatfinal 1995/96; masing-masing mereka takluk 2-0 di leg kedua.
Madrid jumawa di tiga final Eropa kontra wakil Jerman. Mereka mengangkat trofi Piala Champions 1959/60 usai memukul Eintracht Frankfurt 7-3, mengatasi  FC Köln di Piala UEFA 1985/86, dan mengalahkan Bayer 04 Leverkusen 2-1 di Liga Champions 2001/02.
Bayern menjungkalkan Atlético Madrid di final Piala Champions 1973/74 dan Valencia  melalui adu penalti pada 2000/01.
Rekor adu penalti Bayern di kompetisi UEFA:
3-4 v Chelsea FC, final Liga Champions 2011/12
3-1 v Real Madrid CF, semifinal Liga Champions 2011/12
5-4 v Valencia, final Liga Champions 2000/01
9-8 v PAOK FC, babak II Piala UEFA 1983/84
4-3 v Åtvidabergs FF, babak I Piala Champions1973/74
Rekor  adu penalti Madrid:
1-3 v Bayern München, semifinal Liga Champions 2011/12
3-1 v Juventus, babak II Piala Champions 1986/87
5-6 v FK Crvena zvezda, perempatfinal Piala Winners 1974/75